Trend olahraga lari belakangan ini sedang melanda berbagai kota di dunia,
bahkan di Indonesia .
Selain murah dan bisa dilakukan di mana saja,
olahraga lari juga melatih semua otot tubuh dan membakar
banyak kalori.
Namun, tidak semua orang aman melakukan olahraga ini.
melakukan olahraga lari. Menurut instruktur kebugaran,
Ponnie, dari Gold's Gym,
berlari justru membuat lutut orang kegemukan lebih rentan
cedera.
"Lari memang baik untuk menurunkan berat badan, tapi kalau masih kelebihan
berat badan sebaiknya tidak lari dulu.
Saat berlari, lutut akan menopang hingga lima kali berat tubuh.
Misalnya saja, kalau orang tersebut memiliki bobot 100
kilogram,
dengan berlari, ia akan membebani lututnya 300-500
kilogram," paparnya di sela-sela
pembukaan cabang Gold's Gym di Gadjah Mada
Plaza belum lama ini.
Namun, bukan berarti orang dengan berat badan sekitar 100 kilogram tidak boleh berlari.
Ponnie mengatakan, kelebihan berat badan bukan diukur
berdasarkan
berat badannya saja, tetapi juga melihat pada proporsi
tubuhnya.
"Jika tubuhnya tinggi, berat badan 100 kilogram tidak berarti kelebihan
berat badan, jadi boleh saja berlari," ujarnya.
Olahraga terbaik untuk orang yang berkelebihan berat badan, menurut Ponnie,
Olahraga terbaik untuk orang yang berkelebihan berat badan, menurut Ponnie,
adalah berjalan cepat, bersepeda, berenang, dan senam
aerobik. "
Dengan melakukan olahraga itu dengan rutin, berat badan
sudah tidak terlalu
berlebihan, baru boleh berlari," pungkas Manager
Program GGX Superstar ini.
Olahraga yang tidak tepat untuk orang yang obesitas juga bisa meningkatkan
detak jantung dan tekanan darah. Selain itu, kerap timbul
sesak napas,
pusing, nyeri dada, serta rasa sakit di bagian kaki setelah
berolahraga.
Untuk menjaga kebugaran, lakukan olahraga yang aman,
misalkan jalan kaki atau angkat beban dengan jumlah beban
tergolong ringan.
(kompas/30/3/13)