Mengapa di dekade tahun ini Jakarta wilayah Cakupan Banjir nya Meluas..? hingga ada steatment sebagian masyarakat menyatakan DKI Di Ambang Kehancuran ..!
Kota Jakarta yang sudah lebih empat abad dari tahun ke tahun sudah banyak mengalami kekacauan tata ruang, mulai dari lahan peruntukan yang seharusnya untuk rumah tinggal
berubah fungsi menjadi area komersil, kehancuran ruang hijau yang diduga diperjual belikan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, daerah resapan air yang ada dibagian Utara Jakarta yang sudah berubah menjadi komplek perumahan komersil, sedangkan di Selatan Jakarta yang seharusnya untuk ruang terbuka hijau malah menjadi area-area komersil.
berubah fungsi menjadi area komersil, kehancuran ruang hijau yang diduga diperjual belikan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, daerah resapan air yang ada dibagian Utara Jakarta yang sudah berubah menjadi komplek perumahan komersil, sedangkan di Selatan Jakarta yang seharusnya untuk ruang terbuka hijau malah menjadi area-area komersil.
Pengembangan dan pembangunan kota yang sudah tidak layak lagi tetapi masih terus dipaksakan demi keuntungan pribadi, kehancuran kota DKI Jakarta dapat dilihat dengan kasat mata dimana setiap hujan turun air cepat naik untuk membanjiri jalan karena setiap gedung yang berdiri di Jakarta jarang terdapat sumur resapan air, bahkan jalan-jalan yang ada menjadi menyempit yang disebabkan gedung maupun perumahan kadangkala menghabisi garis sepadan bangunan dan garis sepadan jalan.
Banyaknya menara beton yang berdiri di Jakarta juga tidak luput dan lemahnya iman para petugas yang berwenang, karena banyak indikasi yang terjadi pihak-pihak pemakrasa harus mengelontorkan ratusan uang untuk mendapatkan sebuah ijin dan kerap kali para petugas ini juga menghambat proses ijin bila tidak diberikan sejumlah uang.
“Pembangunan kota yang sudah tidak singkron, mulai dari pembuatan master plan tata ruang, jalur transportasi, jalur aliran sungai yang asal comot dan asal cetak hal ini dapat terlihat dari gampangnya kota ini diserang banjir walau hujan hanya sebentar,” terang Arimanto salah pengamat perkotaan.
Arimanto, kesalahan ini sudah dimulai jauh sebelum kepemimpinan Jakarta yang baru, sekarang tinggal bagaimana komitmen Joko Widodo dan Basuki T Purnama untuk dapat memperbaiki kerusakan Jakarta, minimal memperlambat Jakarta dari kehancuran.
“Jokowi panggilan akrab Joko Widodo Gubernur DKI Jakarta, harus berani ambil sikap jangan terlena dengan apa yang ada karena yang ada membawa Jakarta menuju kehancuran, Jokowi harus membumi hanguskan para pejabat yang bermental korup demi mempermudah proses ijin terutama di Dinas Tata Ruang, Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan, karena di dua dinas ini banyak pejabat yang bermental korup dari tingkat atas sampai pada tingkat kecamatan, dan jangan tata ruang Jakarta dijadikan bisnis terselubung,”tegasnya.
Wiwid salah satu warga Jakarta (28) mengatakan, Jakarta sudah diambang kehancuran karena banayak lahan yang sudah diperjual belikan kepada pengusaha, contoh kawasan hutan mangrove yang ada di Pluit sudah berubah menjadi perumahan yang komersil, Pantai Indah Kapuk yang dahulunya kawan hutan bakau yang berfungsi sebagai daerah resapan air sudah berubah menjadi perumahan elit dan apartemen mewah, ini salah satu penyebab Jakarta mudah diserang banjir.
Tambahnya, lebih parah lagi dalam sistim pengawasan pembangunan, Dinas Pengawasan Penertiban DKI Jakarta sangat lemah, banyak bangunan gedung yang sudah menyalahi perijinan masih saja dibiarkan untuk berdiri dengan mewah dan megah.
“Harap kami sebagai warga Jakarta meminta kepada Jokowi dan Basuki sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta untuk berani bertindak dan memeriksa ulang semua ijin yang sudah dikeluarkan oleh Dinas Tata Ruang dan Dinas PPB Jakarta, kalau perlu para pejabat yang bertugas sekarang ini diperiksa semua untuk dilihat apakah para pejabat ini terlibat kongkalikong dengan para pengusaha hitam,” harap Wiwid dengan tegas.
Tapi amat disayangkan dengan sikap tertutupnya informasi yang diberikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta basuki T Purnama karena sampai berita ini diturunkan belum juga dapat memberikan keterangan resmi terkait tentang tata ruang yang kerap dijadikan bisnis terselubung. (Wilman)